Jumat, 12 Agustus 2016

Gejala Paru Paru Basah

Gejala dan Jenis Paru Paru Basah
Gejala paru paru basah ada yang ringan dan ada yang berat bahkan sampai mengancam nyawa. Paru paru basah ini telah banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia dibandingkan penyakit paru lainnya. Tingkat keparahan paru-paru basah biasanya tergantung pada penyebab atau jenis organisme yang menyebabkan infeksi, usia penderita, dan kondisi kesehatan umum.
Gejala Paru Paru Basah
Gejala umum paru paru basah karena bakteri dapat berkembang dengan cepat, berikut ini termasuk gejalanya:
  • Sakit dada
  • Demam dan menggigil
  • Batuk kering
  • Nyeri otot
  • Mual / muntah
  • Napas cepat
  • Denyut jantung yang cepat
  • Kesulitan bernapas
Gejala Paru Paru Basah
Beberapa gejala paru paru basah yang mungkin menunjukkan keadaan darurat medis  meliputi:
  • Kulit berubah warna menjadi kebiruan (karena kekurangan oksigen)
  • Darah dalam dahak (batuk berdarah)
  • Sesak napas Demam tinggi (39 ° C atau lebih tinggi)
  • Kebingungan
  • Denyut jantung yang cepat
Jenis dan Penyebab Paru Paru Basah
Jika ditelusuri lebih lanjut, ada lima jenis utama paru-paru basah, pengelompokan ini disesuaikan dengan penyebabnya:
Pencegahan Pneumonia
Pneumonia Bakteri
Paru-paru basah karena bakteri dapat menyerang siapa saja pada usia berapa pun. Bisa muncul begitu saja atau didahului oleh penyakit flu yang serius. Penyebab paling umum pneumonia bakteri adalah streptococcus pneumoniae. Bisa juga disebabkan oleh Chlamydophila pneumonia atau Legionella pneumophila.
Pneumonia Virus
Dalam kebanyakan kasus, virus pernapasan juga dapat menyebabkan paru paru basah, terutama pada anak-anak dan orang tua. Pneumonia jenis ini biasanya tidak serius dan berlangsung dalam waktu singkat. Namun, virus flu dapat menyebabkan radang paru-paru menjadi parah atau fatal. Ini sangat berbahaya bagi wanita hamil atau orang dengan masalah pada jantung atau paru-paru.
Mycoplasma Pneumonia
Mycoplasma Pneumonia
Mycoplasma bukan virus ataupun bakteri, tetapi organisme ini memiliki ciri-ciri umum keduanya. Mycoplasma umumnya menyebabkan kasus-kasus paru paru basah yang ringan, paling sering pada anak-anak usia sekolah dan orang dewasa muda.
Jenis Paru Paru Basah Lainnya
Banyak jenis pneumonia lainnya yang mempengaruhi individu dengan sistem daya tahan tubuh yang lemah. TBC dan Pneumocystis carinii pneumonia (PCP) umumnya sering menyerang orang dengan AIDS. Bahkan, PCP bisa menjadi salah satu tanda-tanda pertama pada penyakit AIDS. Yang paling berisiko terkena Paru Paru Basah? Secara umum, tidak ada yang kebal terhadap paru paru basah, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko:
Gejala Infeksi Paru Akibat Bakteri
  • Stroke dengan masalah pada refleks menelan atau batuk.
  • Usia: Bayi baru lahir sampai usia dua tahun beresiko lebih tinggi terserang pneumonia, seperti halnya pada lansia usia 65 tahun atau lebih.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah: Ini termasuk orang yang menggunakan obat steroid dan obat anti-kanker dalam jangka waktu yang lama. Juga pada orang dengan HIV, AIDS, atau penyakit kanker.
  • Penyalahgunaan narkoba: Ini termasuk konsumsi alkohol yang berlebihan dan merokok.
  • Penyakit tertentu: Asma, cystic fibrosis, diabetes, dan gagal jantung dapat meningkatkan risiko paru paru basah.
Pengobatan Paru Paru Basah
Jenis pengobatan yang digunakan untuk mengobati paru paru basah akan tergantung pada jenis dan berat ringgannya penyakit. Dalam banyak kasus, paru paru basah dapat diobati dengan perawatan di rumah. Rencana perawatan untuk paru paru basah termasuk mengonsumsi semua obat yang diresepkan dan mengikuti setiap perawatan tindak lanjut. Pada prosesnya mungkin diperlukan pemeriksaan rontgen dada guna memastikan apakah pneumonia telah berhasil diobati.
Pengobatan Paru Paru Basah

Pneumonia Pada Anak

Cara Mencegah Pneumonia Pada Anak
Pneumonia atau infeksi paru-paru dapat menyebabkan kematian pada anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun. Kenali gejalanya dan cara mencegahnya. Orang tua sebaiknya waspada bila anak mengalami batuk dan gangguan pernapasan karena bisa saja menjadi tanda awal pneumonia.
Cegah Pneumonia Pada Anak
Penyebab pneumonia cukup beragam, mulai dari bakteri, jamur, serta sejumlah virus. Bahkan virus flu juga dapat memicu pneumonia pada anak.
Cegah Pneumonia Pada Anak
Biasanya pneumonia terjadi setelah saluran pernapasan bagian atas yang mencakup hidung dan tenggorokan terinfeksi, berupa pilek dan nyeri tenggorokan. Setelah dua hingga tiga hari, infeksi dapat menjalar ke paru-paru. Sistem imun yang lemah atau belum terbentuk sempurna tidak mampu membasmi infeksi awal yang ringan sehingga menyebar ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia. Dengan pneumonia, jalan udara ke paru-paru bisa terhambat, sehingga bernapas menjadi sulit dan asupan oksigen berkurang. Penyakit ini cenderung menyerang anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya bayi yang tidak mendapat air susu ibu (ASI) atau anak yang kurang gizi, anak-anak dengan HIV, bahkan anak yang terinfeksi campak juga berisiko terkena pneumonia. Sejumlah faktor lingkungan juga dapat meningkatkan risiko anak terkena pneumonia, misalnya orang tua yang merokok atau tinggal di pemukiman padat penduduk.
Cegah Pneumonia Pada Anak
Waspadai Gejalanya
Selayaknya anak-anak, semangat mereka untuk bermain dan beraktivitas biasanya tinggi, sehingga kurang waspada pada dirinya sendiri. Bahkan ketika sakit, anak ingin tetap terjaga dan bermain.
Namun, orang tua sebaiknya jangan menunggu sampai anak terkulai lemas untuk memastikan bahwa anak memang sakit. Ketika ritme napas anak menjadi cepat, orang tua sudah harus sigap memeriksakan ke dokter. Ini bisa menjadi gejala pneumonia. Pneumonia pada anak bisa juga disertai dengan beberapa gejala seperti berikut ini.
Waspadai Gejala Pneumonia Pada Anak
  • Batuk
  • Hidung tersumbat.
  • Muntah
  • Demam
  • Napas diiringi suara mendenging.
  • Kesulitan untuk bernapas hingga terlihat dada dan perut yang menggembung.
  • Terasa nyeri di bagian dada.
  • Menggigil
  • Terasa sakit pada bagian perut akibat batuk terus menerus.
  • Tidak nafsu makan, sehingga bisa memicu dehidrasi.
  • Pada kasus yang parah, bibir dan kuku jari bisa berubah warna menjadi kebiruan atau abu-abu.
  • Menangis lebih sering dari biasanya.
  • Sulit beristirahat.
  • Pucat dan lesu.
Gejala Pneumonia Pada Anak
Segera periksakan ke dokter agar anak mendapat pertolongan medis yang sesuai. Dokter biasanya akan mengecek pola pernapasan, denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan mendengarkan apakah ada suara napas abnormal dari paru-paru. Dalam pemeriksaan lanjutan, mungkin diperlukan pencitraan dengan sinar X pada bagian dada anak serta tes darah, bahkan pemeriksaan sampel dahak untuk memastikan jenis kumannya. Setelah itu, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk anak. Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah ketika penderita pneumonia batuk atau bersin, termasuk menyentuh sapu tangan penderita. Selain itu dapat menular melalui berbagai peralatan makan dan minum milik penderita. Jika kondisi anak parah, daya tahan tubuh lemah, sering muntah sehingga tidak dapat meminum obatnya, atau memerlukan terapi oksigen, anak disarankan untuk dirawat di rumah sakit. Orang tua sebisa mungkin memberikan cairan yang cukup agar anak tidak dehidrasi dan membantunya untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Bila dokter meresepkan obat antibiotik, pastikan anak minum sesuai jadwal. Hal ini penting untuk proses penyembuhannya.
mencegah pneumonia pada anak
Berikut adalah beberapa langkah untuk mencegah pneumonia pada anak.
Gizi yang cukup, mencakup pemberian ASI pada bayi minimal selama enam bulan pertama. Ini penting untuk menguatkan daya tahan tubuh anak secara alami dalam melawan penyakit. Cukupi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikannya buah, sayuran, dan makanan bergizi lainnya. Imunisasi, seperti imunisasi Hib (haemophilus influenzae tipe b), vaksin campak, serta vaksin pertusis atau batuk rejan yang dikenal dengan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus). Imunisasi tersebut merupakan cara paling efektif untuk mencegah pneumonia. Perilaku hidup sehat dan bersih, meliputi kebersihan diri seperti mencuci tangan sebelum makan, kebersihan lingkungan seperti menjauhkan anak dari asap rokok atau polusi udara, kebersihan rumah dan ventilasi udara yang baik, serta mengolah makanan secara bersih.

Flek Paru-paru

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Flek Paru-paru
Flek paru-paru atau yang biasa dikenal dengan Tuberkulosis (TB) merupakan sejenis penyakit menular yang dapat mengakibatkan suatu potensi yang fatal yang dapat mempengaruhi setiap bagian tubuh, terutama infeksi paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh adanya infeksi yang ditimbulkan oleh mikroorganisme bakteri yang dikenal dengan basil tuberkel atau Mycobacterium tuberculosis. Flek paru-paru merupakan salah satu jenis penyakit yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Namun penyakit paru-paru ini dapat diobati atau disembuhkan, serta dapat dicegah dengan penggunaan berbagai obat-obatan tertentu.
Flek Paru-paru
Penyebab Flek Paru-paru
Flek paru-paru disebabkan oleh bakteri yang menyebar dari orang yang satu ke orang yang lainnya melalui tetesan mikroskopis. Hal ini bisa dilepaskan ke udara ketika seseorang penderita gangguan ini mengalami batuk, berbicara, bersin, meludah, tertawa atau bernyanyi. Meskipun gangguan ini menular, namun pada kebanyakan pasien yang mengalami gangguan flek paru-paru (TB) yang sudah mendapatkan terapi dengan tepat tidak akan lagi menularkan penyakit ini.
Sejak tahun 1980 penyebaran virus HIV AIDS  telah mengakibatkan peningkatan kasus flek paru-paru secara dramatis. Hal tersebut disebabkan karena infeksi HIV AIDS dapat menekan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh kesulitan mengendalikan bakteri penyebab flek paru-paru. Hal ini dapat menunjukkan bahwa seseorang yang terinfeksi virus HIV lebih memungkinkan untuk mengembangkan flek paru-paru.
Penyebab Flek Paru-paru
Gejala Flek Paru-paru
Beberapa tanda atau gejala yang umumnya timbul pada penderita flek paru-paru diantaranya adalah :
  1. Timbulnya batuk yang telah berlangsung selama tiga minggu atau lebih
  2. Munculnya penyebab batuk berdarah
  3. Penyebab dada sakit (nyeri) atau rasa sakit pada saat bernapas atau batuk
  4. Penurunan berat badan
  5. Kelelahan
  6. Demam
  7. Berkeringat di malam hari
  8. Panas dingin
  9. Penurunan nafsu makan
Gejala Flek Paru-paru
Flek paru-paru juga dapat mempengaruhi organ tubuh yang lain seperti ginjal, tulang belakang, maupun otak. Jika anda memiliki gejala-gejala seperti di atas sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk segera mendapatkan perawatan.
Diagnosa Flek Paru-paru
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa terjadinya flek paru-paru antara lain adalah:
  1. Pemeriksaan fisik untuk mengetahui pembengkakan dan memeriksa paru-paru dan sistem pernafasan.
  2. Tes Darah yang digunakan untuk mengukur reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri penyebab felk paru-paru.
  3. Tes pencitraan yaitu dengan menggunakan X ray mapun CT scan untuk mendapatkan gambar yang lebih terinci mengenai kondisi paru-paru.
  4. Tes dahak yaitu dengan mengambil sample dahak pasien untuk menguji strain yang resistan terhadap obat TB atau flek paru-paru.
Diagnosa Flek Paru-paru
Pengobatan Flek Paru-paru
Untuk mengobati gangguan flek paru-paru dibutuhkan waktu yang lebih lama dari pada waktu yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit lainnya. Seseorang yang terkena gangguan ini harus menjalani pengobatan yaitu dengan mengkonsumsi obat-obatan jenis antibiotik setidaknya selama enam hingga sembilan bulan lamanya secara teratur. Namun penelitian telah menunjukkan adanya jangka yang lebi pendek untuk mengobati gangguan ini, yaitu memakan waktu sekitar 4 bulan. Penggunaan obat-obatan maupun lamanya pengobatan gangguan ini sangat tergantung pada usia, kondisi kesehatan secara menyeluruh, maupun adanya kemungkinan terjadinya resistensi obat-obatan. Adapun beberapa jenis obat-obatan yang biasa dipakai untuk menangani pasien dengan flek paru-paru diantaranya adalah: isoniazid, Rifampisin (Rifadin, Rimactane), Etambutol (Myambutol), serta pirazinamid.
Pengobatan Flek Paru-paru
Bagi mereka yang memiliki flek paru-paru dimana bakteri penyebab gangguan tersebut resisten terhadap obat, maka biasanya akan dilakukan dengan mengkombinasikan penggunaan antibiotik yang disebut fluoroquinolones dan obat suntik, seperti amikasin, kanamisin atau kapreomisin yang biasanya digunakan selama 20 sampai 30 bulan.
Penggunaan obat-obatan felk paru-paru dapat menimbulkan beberapa efek samping seperti:
  • Mual dan muntah
  • Penurunan nafsu makan
  • Jaundice (warna kulit menjadi kuning)
  • Urin berwarna gelap
  • Demam tanpa sebab yang jelas yang bisa terjadi selama 3 hari atau lebih.

Gangguan pada Paru-paru

Macam-Macam Gangguan pada Paru-paru
  1. Pneumonia (radang paru-paru)
Peradangan dari gelembung udara mikroskopik paru-paru yaitu alveolus dan saluran udara terkecil yaitu bronkiolus atau disebut pneumonia. Pneumonia dapat timbul di berbagai daerah di paru-paru. Pneumonia lobar menyerang sebuah lobus atau potongan besar paru-paru. Pneumonia lobar adalah bentuk pneumonia yang mempengaruhi area yang luas dan terus-menerus dari lobus paru-paru.
Penyebab:
Penyebab utama infeksi bakteri, sering kali dari jenis Streptococcus pneumoniae. Pneumonia dapat dipicu menjadi permasalahan sekunder oleh infeksi virus di saluran pernapasan atas, seperti flu. Penyebab lain meliputi berbagai jenis bakteri juga virus seperti influenza dan cacar air dan lebih jarang mikroorganisme seperti protozoa dan jamur.
Gejala:
Gejala utama adalah batuk dengan dengan dahak berdarah, sesak napas, nyeri dada, dan demam tinggi dengan kesadaran menurun.
Pneumonia
  1. Penyakit Legionnaires
Legionnaries adalah penyakit paru-paru yang disebabkan bakteri legionella pneumophilia. Bentuk infeksinya mirip dengan pneumonia.
Penyebab:
Bakteri legionella yang menyebabkan penyakit ini merupakan bakteri berbentuk batang yang ditemukan di sebagian besar sumber air. Mereka berlipat ganda sangat cepat. Mereka terdapat di sistem pipa ledeng atau di mana pun yang air bisa menggenang. Penyakit Legionnaire pertama kali dijelaskan pada 1976 setelah terjadi wabah penyakit yang mirip penumonia berat pada veteran perang di sebuah konvensi American legion.
Gejala:
Gejalanya mirip pneumonia atau radang paru-paru lain, khususnya gangguan saluran napas, tapi selain itu penderita juga terserang diare, nyeri perut, atau ikterus. Penyakit ini terjadi sering kali pada orang berusia menengah atau lebih tua dan dapat menjadi serius atau bahkan menyebabkan kematian pada orang pada yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Penyakit Legionnaires
  1. Efusi pleura
Cairan berlebih di dalam membran berlapis ganda yang mengelilingi paru-paru disebut efusi pleura. Dua lapis membran yang melapisi paru-paru atau pleura dilumasi oleh sedikit cairan yang memungkinkan paru-paru mengembang dan berkontraksi dengan halus dalam dinding dada. Infeksi seperti pneumonia dan tuberkulosis, gagal jantung, dan beberapa kanker dapat menimbulkan pengumpulan cairan di antara pleura. Jumlahnya bisa mencapai tiga liter yang menekan paru-paru.
Gejala:
Efusi pleura menyebabkan sesak napas dan nyeri dada.
Efusi pleura-Gangguan Paruparu
  1. Tuberkulosis (TB)
Tuberkulosis atau disingkat TB merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi yang menyerang jaringan paru-paru.
Penyebab:
Penyebab seseorang mengidap TB adalah bakteri mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar orang memiliki mikroba TB di dalam tubuhnya, tapi mikroba ini hanya menyebabkan penyakit di beberapa orang saja, biasanya jika imunitas atau kekebalan tubuh orang itu menurun.
Gejala:
Gejalanya meliputi demam dan batuk terus-menerus, nafsu makan menurun, dan tubuh yang melemah.
Pneumotoraks-Gangguan Paruparu
  1. Pneumotoraks
Pneumotoraks adalah penyakit yang terdapat di selaput paru atau yang disebut pleura.
Penyebab:
Pneumotoraks terjadi jika satu atau kedua membran pleura tertembus dan udara masuk ke dalam rongga pleura menyebabkan paru-paru mengempis. Membran pleura dipisahkan oleh lapisan cairan pleura sangat tipis yang melumasi gerakan mereka. Keseimbangan tekanan antara dinding dada, lapisan pleura, dan jaringan paru-paru memungkinkan paru-paru "terisap" ke dalam dinding dada. Pada pneumotoraks, udara masuk ke dalam rongga pleura.
Gejala:
Terjadinya penumotoraks memicu dada sesak, nyeri, dan sesak napas.
Asma-Gangguan Paruparu
  1. Sesak Nafas (Asma)
Asma adalah penyakit radang paru-paru yang menimbulkan serangan sesak napas dan mengi yang berulang. Asma merupakan salah satu kelainan paru-paru paling banyak dan bervariasi, menyerang satu dari empat anak di beberapa daerah. Otot dinding saluran udara berkontraksi seperti kejang, menyebabkan saluran udara menyempit, sehingga terjadi serangan sesak napas. Penyempitan diperburuk oleh sekresi lendir yang berlebihan.

Penyebab Penyakit Bronkitis


Penyebab Penyakit Bronkitis
Penyebab penyakit bronkitis biasanya disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat. Sehingga imun tubuh tidak terlalu bagus dan ketika virus penyebab penyakit bronkitis masuk, imun tubuh tidak bisa menghadangnya. Bronkitis atau yang dalam istilah medisnya disebut sebagai bronchitis adalah suatu peradangan pada bronkus, yaitu saluran udara ke paru-paru. Biasanya bronkitis bersifat ringan dan seiring berjalannya waktu bisa sembuh dengan sendirinya. Tetapi pada penderita berusia lanjut dan yang memiliki penyakit menahun seperti jantung atau paru-paru, bronkitis bisa menjadi penyakit yang serius. Ada banyak penyebab yang dapat membuat seseorang menderita bronkitis seperti kebiasaan merokok, kebiasaan menghirup gas, debu, asap, atau bisa juga disebabkan oleh adanya komplikasi dari penyakit lainnya seperti rejan, batuk, campak, ataupun tipus.
Gejala dari Bronkitis seperti Batuk Berdahak
Gejala dari bronkitis sendiri seperti batuk berdahak (dahaknya bisa berwarna kemerahan), seringnya menderita infeksi pada saluran pernafasan, bengek, mudah lelah, terjadinya pembengkakan pada kaki, wajah, telapak tangan, pipi tampak kemerahan, sakit kepala, dan juga terjadinya gangguan penglihatan. Bronkitis jika tidak segera ditangani dengan tepat, akan bersifat serius. penyebab paling umum timbulnya penyakit bronkitis adalah kebiasaan buruk merokok. Setiap kepulan asap rokok akan dapat berpotensi merusak setiap bulu-bulu halus yang ada didalam paru-paru yang mana rambut ini dalam bahasa kedokteran disebut dengan rambut silia.
Tanda dan Ciri Penyakit Bronkitis
Fungsi dari rambut silia adalah menahan dan menghalau serta membersihkan debu, iritasi, mukosa dan kelebihan lendir yang masuk kedalam paru-paru. Akan tetapi, bila kebiasaan merokok dilakukan secara terus menerus, maka hal ini akan dapat menyebabkan kerusakan permanen dibagian silia dan juga lapisan dinding bronkus. Yang terjadi pada saat ini adalah kotoran yang tidak dapat dibuang dan dibersihkan dengan normal. Kondisi ini akan dapat menumpuk dahak dan kotoran dibagian paru-paru dan membuat sistem pernapasan menjadi lebih rentan dan sensitif terhadap serangan infeksi.
Penyakit Bronkitis
Belum diketahui secara jelas apakah faktor keturunan berperan atau tidak sebagai penyebab penyakit bronkitis, kecuali pada penderita defisiensi alfa – 1 – antitripsin yang merupakan suatu problem, dimana kelainan ini diturunkan secara autosom resesif. Kerja enzim ini menetralisir enzim proteolitik yang sering dikeluarkan pada peradangan dan merusak jaringan, termasuk jaringan paru. Polusi tidak begitu besar pengaruhnya sebagai faktor penyebab penyakit bronkitis, tetapi bila ditambah dengan merokok resiko akan lebih tinggi. Zat – zat kimia yang dapat juga menyebabkan bronkitis adalah zat – zat pereduksi seperti O2, zat – zat pengoksida seperti N2O, hidrokarbon, aldehid, ozon.
Gejala Penyakit Bronkitis
Pada kebanyakan kasus, penyakit bronkitis dapat diatasi dengan mudah dirumah. Hanya saja, pengobatan dan penanganan ini haruslah dilakukan dengan konsisten. Bila perlu, kunjungi segera dokter bila gejala bronkitis yang anda rasakan merujuk pada kondisi yang lebih buruk. Untuk mendiagnosis bronkitis, dokter akan menanyakan gejala apa saja yang dialami dan nantinya dokter akan mendengarkan rongga bagian dada dengan memakaikan stetoskop. Dengan begini diagnosa akan keluar dan dokter akan memberikan penanganan yang tepat.

Obat Herbal Paru Paru

Pneumonia merupakan penyakit dengan gejala awal batuk berdahak untuk jangka waktu yang lama dan lambat laun menjadi batuk darah. Penyakit ini bisa disembuhkan dengan obat-obatan seperti obat kimia. Pemerintah telah serius membasmi penyakit ini dengan program pengobatan gratis. Namun sebenarnya, ada cara yang mudah dan murah untuk menyembuhkan penyakit ini, yaitu dengan memanfaatkan ramuan tradisional. Berikut ini resep obat tradisional untuk paru-paru basah:
Bahan-bahan:
  • 15 gr jahe
  • 30 gr daun pegagan
  • 500 cc air
Jahe sebagai obat herbal paru-paru
Cara membuatnya adalah:
  • Iris semua bahan yang telah tersedia.
  • Rebus jahe dan daun pegagan dengan air bersih sampai mendidih.
  • Biarkan hingga air tersisa 250cc.
  • Saring air rebusan dan minum.
Dosis untuk ramuan ini adalah minum secara teratur 2 kali sehari. Setelah pengobatan dilakukan selama 10 sampai 12 hari maka selanjutnya hentikan pengobatan untuk sementara selama 3 hari. Jika belum sembuh, lanjutkan kembali pengobatan.
jenis makanan yang dapat menjaga paru paru agar tetap sehat
Obat herbal paru-paru basah yang ampuh
Paru-paru basah dapat disembuhkan dengan kekonsistenan dalam melakukan pengobatan. Inti pengobatan penyakit ini adalah kedisiplinan. Karena penyakit ini muncul akibat bakteri atau virus, maka tidak boleh sembarangan dan main-main dalam meminum anti biotik. Anti biotik yang diminum haruslah konsisten jam dan dosisnya, Dosis dan waktu minum tidak boleh meleset, jika ada obat yang terlewatkan untuk diminum, maka pengobatan dianggap mengulang, dan dijadikan hari pertama pengobatan.
Selain anti biotik kimia, mungkin anda patut mencoba obat herbal paru-paru basah yang lain yaitu daun sirsak dan kulit manggis. Kedua herbal ini terkenal mampu mengobati berbagai penyakit. Cara mengolah kedua herbal ini bisa direbus dan juga dijus. Seiring dengan perkembangan jaman, obat ini telah diambil ekstraknya dan dijadikan kapsul, sirup atau tablet, sehingga tidak sulit lagi bagi anda untu mengolahnya.
Inilah Perbedaan Bronkitis dan Pleuritis Ciri Ciri Bronkitis image 6
Masih ada banyak lagi obat tradisional paru-paru basah yang lain. Pemakaian obat tradisional lebih aman bagi tubuh karena memiliki efek samping yang sedikit dibandingkan dengan obat-obatan kimia. Lagi pula pengobatan dengan cara tradisional akan lebih murah dan terjangkau sebab bahan yang dibutuhkan murah dan mudah di dapat.
Ciri Ciri Orang yang Terkena Penyakit Paru Paru Basah
Ciri-ciri penyakit paru-paru basah yang paling mudah untuk anda kenali adalah batuk. Batuk yang menyerang ini bukan lagi batuk kering. Melainkan sudah batuk berdahak. Batuk berdahak yang dikatakan menjadi salah satu ciri-ciri penyakit paru paru basah ini akan sering terjadi. Apalagi jika cuaca sedang tidak mendukung, pastinya penderita akan terus-terusan batuk. Walaupun si penderita sudah mengkonsumsi obat batuk, tetapi batuk yang diderita tak kunjung juga sembuh.
Inilah Perbedaan Bronkitis dan Pleuritis Ciri Ciri Bronkitis image 2
Seseorang yang terkena penyakit paru-paru sering sekali mengeluarkan keringat. Keringat yang dikeluarkannya bukan karena ia habis melakukan pekerjaan yang membuatnya lelah atau selesai berolahraga. Keringat itu muncul dengan sendirinya. Bahkan di cuaca yang dingin sekalipun. Biasanya, orang menyebutnya keringat dingin. Keringat dingin adalah salah satu ciri-ciri orang yang terkena penyakit paru-paru. Keringat yang biasanya keluar dari telapak tangan dan telapak kaki tersebut terjadi karena oksigen dalam tubuh tidak dapat tersalurkan dengan baik ke seluruh tubuh. Selain itu, orang yang terkena penyakit paru-paru juga sering mengalami sakit kepala. Sebenarnya, sakit kepalanya ini masih ada hubungannya dengan ciri gejala penyakit paru-paru yang sebelumnya. Dikarenakan asupan oksigen ke otak tidak maksimal sehingga penderita akan sering mengalami sakit kepala ringan. Ada juga beberapa gejala yang mungkin tidak begitu dipikirkan oleh penderita penyakit paru-paru yaitu sering mengalami lelah walaupun tidak melakukan pekerjaan yang berat serta berat badan yang menurun akibat nafsu makan yang kurang.
nafsu makan berkurang ciri penyakit paru-paru

Pneumonia Pada Bayi

Diagnosa dan Cara Mencegah Pneumonia Pada Bayi
Pneumonia adalah radang paru-paru yang biasanya disebabkan oleh infeksi. Tiga penyebab utama pneumonia adalah bakteri, virus dan fungi. Yang berisiko tinggi menderita infeksi ini adalah anak-anak di bawah 2 tahun dan manula.
Gejala pneumonia bervariasi, mulai dari pernapasan yang cepat sampai kegagalan pernapasan dan tekanan darah yang sangat rendah atau dikenal dengan istilah syok septik. Jika pneumonia terjadi setelah bayi lahir, gejalanya akan timbul secara bertahap. Terkadang bayi tiba-tiba menjadi sakit yang disertai dengan turun-naiknya suhu tubuh.
Pneumonia Pada Bayi
Namun, gejala umum pneumonia adalah demam, batuk, sesak napas, serta napas dan nadi cepat. Memang gejalanya seperti penyakit standar, oleh sebab itu anda harus memastikan dengan meminta diagnosa dari dokter anak.
Diagnosa Pneumonia Pada Bayi:
  • Terdengar napas yang bising, dan jika diperiksa dengan stetoskop akan terdengar suara yang lemah.
  • Hasil Rontgen dada menunjukkan ada bagian yang berwarna putih-putih di bagian kiri atau kanan paru.
Penyebab Kanker Paru
  • Hasil tes darah menunjukkan peningkatan sel darah putih dengan dominasi netrofil untuk pneumonia yang disebabkan infeksi bakteri. Bila peningkatan sel darah putih dengan dominasi limfosit, sangat mungkin pneumonia karena virus.
Pneumonia berat ditandai dengan batuk yang disertai kesulitan bernapas. Napas sesak, bayi tampak menarik perut dalam-dalam saat bernapas. Pneumonia sangat berat ditandai dengan batuk dan kesulitan bernapas disertai gejala sianosis sentral, yakni dada atau perut, bibir dan lidah bayi berwarna kebiruan, bahkan sampai sulit minum.
Gejala Pneumonia Pada Anak
Sesak napas karena pneumonia beda dengan asma. Pada pneumonia, kesulitan napas terjadi pada saat anak menarik napas. Sedangkan pada asma, kesulitannya saat mengeluarkan napas, bahkan terkadang bunyi ngik-ngik atau mengi.
Pedoman Perhitungan Frekuensi Napas (WHO)
Usia anak    Napas Normal    Napas Cepat
0–2 bulan    30–50 per menit    > 60 per menit
2-12 bulan   25-40 per menit    > 50 per menit
1-5 tahun    20-30 per menit    > 40 per menit
Diagnosa Pneumonia Pada Bayi
Selama rawat inap, bayi akan diberi oksigen dan antibiotik, juga dipasang infus untuk makanan dan cairan. Pemberian oksigen harus dilakukan untuk membantu aliran oksigen yang kurang ke paru. Sedangkan pemberian jenis antibiotiknya, tergantung kemungkinan bakteri dan jenis pola kuman di rumah sakit tempat si anak dirawat. Untuk pneumonia yang dicurigai karena jamur maka diberikan anti-jamur.
Cegah Mencegah Pneumonia Pada Bayi
Faktor risiko pneumonia terjadi karena daya tahan tubuh bayi kurang baik, lingkungan kurang sehat, gizi kurang atau buruk, serta kurangnya imunisasi. Itu sebabnya, untuk mencegah pneumonia diperlukan perbaikan yang menyeluruh.
Cegah Mencegah Pneumonia Pada Bayi
Artinya, kita harus membentuk kekebalan tubuh anak sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan menjaga keseimbangan nutrisi, cukup istirahat dan rutin olah tubuh. Pemberian ASI terbukti mampu menurunkan angka terkena penyakit pneumonia pada bayi dan balita. Selain itu, pada anak di bawah usia satu tahun diperlukan imunisasi dasar yang lengkap sehingga daya tahan tubuhnya baik. Dahulukan imunisasi wajib daripada imunisasi anjuran. Salah satu imunisasi yang dianjurkan adalah imunisasi yang khusus untuk menangkis pneumonia, yaitu HiB (Haemophilus Influenzae type B) dan pneumokokus. Imunisasi ini diberikan sebanyak tiga kali dalam kurun waktu satu tahun.